Bogor - Dunia pemancingan ikan mas Indonesia resmi memasuki babak baru. Pada Minggu, 11 Januari 2026, sebuah event yang kemudian disebut sebagai βlomba para rajaβ sukses digelar di Pemancingan Telaga Silet, Bogor. Event tersebut adalah Class Of King Angler 2026, sebuah kompetisi mancing kelas eksekutif dengan tiket ratusan juta, hadiah fantastis, dan level persaingan tertinggi yang pernah ada.
Tidak hanya soal uang atau gengsi, Class Of King Angler 2026 adalah pembuktian bahwa dunia lomba mancing ikan mas Indonesia telah naik kelas. Dari kualitas ikan, sistem lomba, hingga mental para peserta, semuanya berada di level yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Sebanyak 20 angler elite nasional yang biasa disebut sebagai βpara raja kolamβ turun langsung dalam satu arena. Mereka bukan pemancing biasa β mereka adalah legenda hidup, pemilik rekor, dan jawara dari berbagai kolam besar di seluruh Indonesia.
Class Of King Angler 2026 menggunakan sistem Executive Class. Setiap lapak bernilai Rp50 juta per sesi, sehingga peserta yang mengikuti dua sesi mengeluarkan dana hingga Rp100 juta hanya untuk tiket lomba. Ini menjadikannya sebagai lomba mancing ikan mas termahal sepanjang sejarah.
Namun tiket mahal itu terbayar dengan kualitas ikan dan hadiah yang setara. Induk-induk monster disiapkan khusus, dengan bobot di atas 10 hingga 15 kilogram, dan hadiah utama mencapai ratusan juta rupiah.
Class Of King Angler 2026 bukan hanya sekadar kompetisi adu strike dan adu teknik. Event ini telah menjelma menjadi sebuah simbol era baru dalam dunia pemancingan ikan mas Indonesia, di mana profesionalisme, gengsi, kualitas ikan, dan nilai ekonomi bertemu dalam satu arena. Di Telaga Silet Bogor, kolam bukan lagi sekadar tempat memancing, melainkan panggung sejarah bagi para raja kolam yang telah mengabdikan hidupnya pada seni dan ilmu menaklukkan ikan mas.
Dengan tiket Executive Class yang menyentuh angka puluhan juta rupiah per sesi, event ini otomatis menyaring peserta ke dalam kelas tertinggi dunia pemancingan. Hanya angler dengan mental baja, jam terbang tinggi, dan persiapan matang yang berani turun di arena Class Of King Angler. Tidak ada tempat untuk keraguan, karena setiap lemparan, setiap sentuhan umpan, dan setiap strike bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah.
Sesi pelampungan selama enam jam menjadi pembuka yang luar biasa. Kolam Telaga Silet seolah berubah menjadi lautan ikan mas raksasa. Strike datang silih berganti, pelampung tenggelam hampir tanpa jeda, dan para angler kelas raja bekerja tanpa henti membaca pergerakan ikan. Di sinilah terlihat jelas bahwa lomba ini bukan hanya soal keberuntungan, melainkan hasil dari riset umpan, setting alat, dan pemahaman karakter ikan kelas induk.
Munculnya ikan-ikan induk di atas sembilan kilogram pada sesi pelampungan menjadi bukti kualitas stok ikan Telaga Silet. Nama-nama besar seperti Erfan Katumiri, Haji TN Cirata, dan Alif Kakap Merah mengukuhkan diri sebagai legenda hidup kolam dengan strike-strike spektakuler yang disaksikan ribuan pasang mata melalui siaran langsung di kanal youtube RepublikMancing.
Saat matahari mulai tenggelam dan sesi galatama dimulai, tensi kompetisi justru semakin meningkat. Inilah sesi paling bergengsi, di mana induk monster belasan kilogram menjadi target utama. Ikan-ikan raksasa dengan tenaga luar biasa memaksa para angler mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka. Setiap tarikan menjadi duel antara manusia dan makhluk air yang tidak mau menyerah.
Ketika Telaga Silet mencatatkan induk 15,80 kilogram, sorak sorai pecah baik di lokasi maupun di live streaming dari berbagai plaform. Itu bukan hanya sekadar ikan besar, tetapi sebuah simbol kemenangan, simbol supremasi kolam, dan simbol prestise tertinggi dalam dunia galatama. Momen itu langsung menjadi sejarah yang akan dikenang bertahun-tahun ke depan.
Tidak kalah penting, peran RepublikMancing sebagai media peliput juga mencetak rekor tersendiri. Siaran langsung selama enam jam tiga puluh menit nonstop membuktikan komitmen RepublikMancing untuk tidak hanya memberitakan, tetapi juga mengarsipkan sejarah dunia pemancingan Indonesia. Setiap strike, setiap ekspresi angler, dan setiap pengumuman juara menjadi dokumentasi abadi yang bisa disaksikan generasi pemancing berikutnya.
Event ini juga memperlihatkan bahwa dunia pemancingan ikan mas Indonesia telah naik kelas. Bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah menjadi industri, ajang prestise, dan arena kompetisi profesional. Class Of King Angler 2026 membuka mata banyak pihak bahwa lomba mancing bisa setara dengan event olahraga besar lainnya, baik dari sisi nilai hadiah, liputan media, maupun daya tarik publik.
Lebih dari segalanya, event ini menyatukan para raja kolam dalam satu arena. Dua puluh angler terbaik Indonesia berkumpul, saling menguji strategi, mental, dan teknik. Tidak ada yang mudah, tidak ada yang instan. Semua kemenangan lahir dari kerja keras, pengalaman panjang, dan kecintaan mendalam terhadap dunia mancing ikan mas.
Di masa depan, Class Of King Angler 2026 akan dikenang sebagai titik balik sejarah. Sebuah momen ketika standar lomba dinaikkan ke level tertinggi, ketika tiket sultan menjadi normal, dan ketika ikan-ikan raksasa menjadi simbol supremasi. Dan di tengah semua itu, RepublikMancing berdiri sebagai saksi dan pencatat sejarah.
Inilah bukan sekadar cerita lomba. Inilah kisah tentang mimpi, ambisi, dan kejayaan. Tentang para raja kolam yang menuliskan namanya dalam buku emas dunia pemancingan ikan mas Indonesia. Class Of King Angler 2026 bukan hanya terjadi β ia akan dikenang sepanjang masa.
Sesi pembuka adalah lomba pelampungan selama 6 jam penuh. Sejak peluit dibunyikan, suasana kolam langsung berubah menjadi medan perang. Tarikan demi tarikan keras terdengar dari setiap sudut lapak.
| Peringkat | Nama | Lapak | Berat | Hadiah |
|---|---|---|---|---|
| Induk 1 | Erfan Katumiri | 01 | 9,35 Kg | Rp200.000.000 |
| Induk 2 | Haji TN Cirata | 19 | 9,20 Kg | Rp100.000.000 |
| Induk 3 | Alif Kakap Merah | 08 | 9,10 Kg | Rp50.000.000 |
Selain induk terbesar, persaingan jumlah ikan juga menjadi pertarungan brutal. Beberapa lapak mampu mencatat hampir 1.000 ikan dalam waktu 6 jam, mencerminkan betapa derasnya ritme strike di kolam Telaga Silet.
Jika pelampungan adalah perang stamina, maka galatama adalah perang mental. Induk-induk raksasa dilepas, dan setiap strike bisa bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
| Peringkat | Nama | Lapak | Berat | Hadiah |
|---|---|---|---|---|
| Induk 1 | Telaga Silet | 08 | 15,80 Kg | Rp200.000.000 + SS |
| Induk 2 | B. Yos New Babon | 11 | 15,25 Kg | Rp100.000.000 |
| Induk 3 | Haji TN Cirata | 26 | 14,00 Kg | Rp75.000.000 |
| Induk 4 | Batosai | 04 | 13,90 Kg | Rp50.000.000 |
Momen paling menegangkan terjadi ketika induk 15,80 Kg berhasil diangkat oleh Telaga Silet. Sorak-sorai meledak, karena ikan tersebut bukan hanya terbesar malam itu, tetapi juga menjadi salah satu ikan mas terbesar yang pernah naik dalam sejarah lomba nasional.
Momen epik saat Erfan Katumiri berhasil menaikkan induk juara 1 pelampungan seberat 9,35 Kg. Tarikan brutal ini menjadi titik balik dan penentu sejarah Class Of King Angler 2026.
Detik-detik dramatis saat induk monster 15,80 Kg berhasil ditaklukkan oleh Telaga Silet di sesi galatama. Strike ini mengunci hadiah ratusan juta dan menorehkan rekor nasional.


Om Rangga SiliwangiRepublikMancing mengucapkan penghormatan setinggi-tingginya kepada Om Rangga Siliwangi (Metropolitan) selaku penggagas dan pemilik event Class Of King Angler 2026 yang telah menghadirkan kompetisi mancing ikan mas kelas dunia di Indonesia.
Terima kasih kepada Pemancingan Telaga Silet Bogor sebagai tuan rumah, yang telah menyediakan arena, kualitas ikan, dan sistem lomba terbaik sehingga event ini berjalan spektakuler dan mencetak sejarah nasional.
Dan kepada 20 Angler Kelas Raja, kalian bukan sekadar peserta β kalian adalah legenda yang mengukir sejarah di kolam Telaga Silet. ππ£
HabibieArtikel gratis. Dukunganmu membantu kami menghadirkan tips, trik, dan laporan lomba ikan mas terbaru.
Scan QR dengan DANA / OVO / GoPay